On

Sedikit mau sharing pengalaman pergi ke Putussibau sebuah daerah Kabupaten yang paling dalam dan terjauh di Pulau Kalimantan Barat.


Perjalanan menggunakan pesawat (syukurlah ada pesawat) Garuda dengan jarak tempuh sekitar 1 jam 10 menit dari bandara Supadio Pontianak. Dulunya tidak ada pesawat sehingga jika mau ke Putussibau harus menempuh jalan darat yang tidak mulus sekitar 14 Jam nonstop dari arah kota Pontianak.

Harga tiket waktu itu terbilang agak mahal sekitar 700rban dan jenis pesawat yang digunakan tidak terlalu besar, muat sekitar 70 orang penumpang. Jadwal penerbangan pun hanya 1 kali sehari sekitar waktu siang.


Sesampainya di Bandara Pangsuma Putussibau, kesannya memang bandara ini terbilang sederhana. Tidak ada jemputan mobil penumpang seperti di bandara-bandara besar, cukup berjalan sedikit sampai di gedung airport nya. Hanya saja di sini minim kendaraan umum, jadi jika mau ke Putussibau lewat bandara harus sudah dipastikan ada yang akan menjemput.


Mencari tempat penginapan pun sepertinya masih agak susah di kota ini. Kami hanya mendapatkan tempat penginapan setingkat losmen yaitu Penginapan Andini. Alhamdulillah lumayan nyaman kamarnya jika hanya untuk sekedar melepas lelah. Tarif nya pun lumayan murah sekitar 200rb an per malam nya. Ingat ini penginapan ya jadi siapkan saja alat-alat persinggahan seperti sendal jepit, sabun, dan lain-lain.


Bingung mencari minimarket terdekat untuk membeli alat MCK, saya terpaksa harus berjalan kaki ke arah belakang penginapan ini sekitar 1 km. Gak papalah, itung-itung jalan-jalan melihat suasana kota Putussibau.

Terlihat di kiri kanan kantor-kantor Pemerintahan dan memang sepertinya kota ini penuh dengan PNS yang ditugaskan di kota ini.

Di kota ini pun susah untuk mencari mesjid yang terdekat. Dari penginapan sekitar 5 km baru ketemu Mesjid Besarnya. Soalnya hari Jum'at waktu itu jadi harus cari mesjid untuk Sholat Jum'at.


Kesan yang saya dapatkan di kota ini adalah cuaca yang sangat panas, tapi apakah ini memang sedang panas tapi selama 3 hari di sini memang terasa panas cuacanya dibanding Kota Pontianak. Kemudian jalanannya sangat lengang sekali tidak seperti di Pontianak yang macet di mana-mana. Tidak banyak kendaraan lagi yang berkeliaran di atas jam 7 malam. Sepi dan sepi....

Sayangnya saya tidak ada pergi ke tempat objek wisatanya jadi tidak bisa berbagi pengalaman di sana. Ya soalnya lagi tugas gak bisa kemana-mana.


Nah di sinilah tempat saya ditugaskan. PDD Putussibau, sebuah kerjasama antara Politeknik Negeri Pontianak dengan Pemerintah Kabupaten Putussibau di mana masyarakat sekitar Putussibau bisa melanjutkan studi nya tanpa harus meninggalkan kota kelahirannya.

Berikut beberapa penampakan dalamnya:








Jangan lupa kalo pulang bawa oleh-oleh Putussibau, Kerupuk Basah. Cuma mau pesan dulu ya paling tidak satu hari sebelum ke bandara. Satu batang 10rb aja.