On
Jika kita ingin mempelajari sesuatu entah itu untuk bidang ilmu pengetahuan atau bidang ilmu praktek seperti membuat kue dan lain sebagainya tidak terlepas dari yang namanya proses.

Proses ini yang disebut dengan proses belajar. Dengan proses belajar inilah kita bisa menjadi berhasil atau bisa jadi gagal. Tidak semua proses belajar itu bisa membuat orang berhasil.

Seperti orang yang ingin belajar berenang, proses belajar berenangnya langsung terjun ke laut lepas. Ya pasti gagal dan tenggelam.

Atau jika dia mau mulailah dari kolam anak-anak, rasakan dulu bagaimana di dalam air, belajar cara mengambang, dan seterusnya. Ya, Insya Allah kalo ini pasti bisa sukses.

Kita bisa mencontoh proses belajar anak kecil yang sedang belajar membaca. Di mulai dari mengenal huruf hingga merangkai huruf menjadi sebuah kata. Belajar mengucapkan, menuliskan, hingga pengertian dari kata-kata tersebut. Sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, pelajarannya di tambah dan ditingkatkan. Demikianlah cara belajar yang benar.

Kegagalan dalam proses belajar banyak terjadi akibat salahnya sistem belajar yang diterapkan. Mereka tidak memulai dari yang sederhana dulu, langsung meloncat ke pelajaran yang lebih kompleks, atau belajarnya seperti kutu loncat, tidak terstruktur dan tidak terkontrol.

Seharusnya dalam proses belajar haruslah diterapkan sistem naik tangga melalui sub proses seperti berikut ini:
  1. Mendengar
  2. Memahami
  3. Mempraktekkan
  4. Menjelaskan kembali
  5. Mengulang
Contoh jika kita ingin belajar Bahasa Bahasa Inggris. Mulailah dari kata-kata dasar seperti memperkenalkan diri.
  1. Dengarkan terlebih dahulu kalimat yang diucapkan oleh native speaker.
  2. Pahami setiap kalimat yang diucapkan maknanya apa.
  3. Coba dipraktekkan, jika ada teman lebih bagus, jika tidak ada, bisa dengan  berbicara dengan diri sendiri.
  4. Coba jelaskan ke orang lain pelajaran yang telah dipelajari tadi. Jika ada beberapa bagian yang lupa, anda bisa kembali melihat materi pelajaran tersebut.
  5. Sebelum memulai pelajaran baru, coba ulangi kembali pelajaran sebelumnya. Demikian seharusnya.
Jadi bukannya langsung belajar Grammar S+V+O dan rumus lainnya. Ibarat anak kelas 1 SD disuruh belajar pelajaran anak kelas 6 SD. Dipastikan gagal.

Ada pepatah bijak yang mengatakan, "Jika ingin memindahkan tumpukan batu yang menggunung, bukanlah dengan cara memikirkan bagaimana memindahkan tumpukan batu tersebut sekaligus, tapi mulailah dengan satu buah batu, diikuti dengan satu batu lainnya."

Sabar, Konsistensi, dan Fokus adalah modal utama dalam menjalankan proses belajar tersebut. Jika urutan proses belajar nya sudah tepat namun si pelajar tidaklah sabar, ingin cepat langsung menguasai pelajaran tersebut, maka yang terjadi adalah kejemuan dalam belajar. Proses belajar membutuhkan waktu. Konsistensi juga diperlukan, karena jika sebentar-sebentar merubah pelajaran yang ingin dikuasai, maka akan membuat seseorang menjadi selalu mengulang dari awal terus. Fokus, ini yang penting, karena jika kita terlalu banyak yang ingin di pelajari dibanding kita harus fokus pada satu pelajaran saja, maka yang terjadi adalah kita tidak akan benar-benar bisa menguasai pelajaran yang kita pelajari.

Jika anda ingin bisa bahasa Inggris, maka jangan belajar bahasa lainnya, mendalami pelajaran lainnya. Fokuslah dengan Bahasa Inggris, dari bangun pagi hingga mau tidur, yang anda pelajari hanyalah bahasa Inggris.

Otak manusia itu terbatas, waktu kita juga terbatas, jadi tentukanlah apa yang anda ingin pelajari dan dalami yang kira-kira bisa bermanfaat minimal bagi diri sendiri dan lebih bagus lagi jika bisa bermanfaat untuk orang lain.

Inilah termasuk kesalahan dari sistem pendidikan di Indonesia atau mungkin di dunia saat ini. Kita banyak disuguhkan pelajaran-pelajaran yang tidak bermanfaat bagi kehidupan masa depan kita. Seperti contoh pelajaran fisika, menghitung rumus dan lain-lain. Bagi sebagian orang, ini penting, jika dia ingin menjadi seorang guru fisika, atau menjadi ilmuwan, dan sebagainya. Tapi pertanyaannya lebih banyak mana orang yang ingin menjadi guru fisika atau orang yang ingin menjadi pedagang? Apakah pedagang butuh pelajaran fisika?

Waktu yang diberikan terasa sempit, sayang jika kita sia-siakan untuk mempelajari sesuatu yang tidak bisa membantu kita untuk menghasilkan uang.

Kembali kepada Topik kita kali ini. Seseorang yang ingin mempelajari sesuatu, hendaklah memulainya dari yang dasar, kuasai dasar nya, kemudian tingkatkanlah pelajarannya sedikit demi sedikit dengan menerapkan 5 sub proses di atas. Semoga berhasil!